Arus Balik Jabotabek Diprediksi Diserbu 1,87 Juta Kendaraan

- 14 April 2024, 13:12 WIB
Arsip - Kendaraan pemudik melewati Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat
Arsip - Kendaraan pemudik melewati Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat /Foto: ANTARA FOTO/

BOLTIM NEWS - Jumlah kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabodetabek selama H1 hingga H+7 Lebaran tahun ini, mulai dari tanggal 10 April hingga 18 April 2024, diperkirakan mencapai 1,87 juta kendaraan.

Prediksi ini mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen dari jumlah kendaraan yang pulang pada Lebaran 2023, yang mencapai 1,84 juta kendaraan, serta naik drastis sebanyak 56,2 persen dari lalu lintas normal yang hanya mencapai 1,2 juta kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur menyatakan bahwa jumlah lalu lintas kembali ke Jabodetabek ini adalah hasil kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier Utama, yakni GT Cikupa dari Merak, GT Ciawi dari Puncak, GT Cikampek Utama dari Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama dari Bandung.

Baca Juga: Sopir Bus Rosalia Indah Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Fatal yang Merenggut Nyawa 7 Penumpang

Kenaikan jumlah kendaraan tersebut diduga berasal dari lalu lintas Tol Trans Jawa dan Bandung. Lokasi yang menjadi sorotan utama untuk diantisipasi adalah di KM 66 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dimana terjadi pertemuan kendaraan dari Bandung dan Trans Jawa menuju Jakarta.

"Pada saat arus balik mencapai puncaknya, diperkirakan akan terjadi peningkatan volume lalu lintas hingga 247,3 persen dari kondisi normal, serta meningkat sebanyak 18,4 persen dari puncak arus balik pada Lebaran 2023," jelas Subakti, Kamis (11/4/2024).

Distribusi kendaraan kembali ke Jabodetabek dari tiga arah utama, yaitu Timur (Trans Jawa dan Bandung), Barat (Merak), dan Selatan (Puncak), memiliki proporsi yang berbeda.

Mayoritas kendaraan, sekitar 1,06 juta (56,9 persen), diperkirakan akan datang dari arah Timur, diikuti oleh 461 ribu kendaraan (24,7 persen) dari arah Barat, dan 344 ribu kendaraan (18,4 persen) dari arah Selatan.

Baca Juga: Pemudik Wajib Tahu! Ini Waktu Gelombang Arus Balik yang Perlu Dihindari untuk Menghindari Kemacetan Parah

Halaman:

Editor: Faruk Langaru


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah