Laut China Selatan: Mengapa Ketegangan Tiongkok dan Filipina Memanas?

- 11 Mei 2024, 22:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi /Foto: Pixabay

BOLTIM NEWS - Meningkatnya pertikaian diplomatik dan pertikaian maritim baru-baru ini antara Tiongkok dan Filipina telah menjadikan Laut China Selatan yang sangat strategis sebagai titik konflik.

APA TITIK FLASHPOINTNYA?

Inti dari perselisihan baru-baru ini antara Filipina dan Tiongkok adalah dua wilayah yang diperebutkan dan terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Manila sepanjang 200 mil laut, namun diklaim oleh Beijing sebagai miliknya.

Baca Juga: Minta Warga Mengungsi, Israel Siap Lanjutkan Serangan ke Rafah

Tiongkok menggunakan apa yang disebut sembilan garis putus-putus (nine-dash line) yang mencakup sekitar 90% Laut Cina Selatan untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Scarborough Shoal, terumbu karang terendam yang didambakan karena stok ikannya yang melimpah, dan Second Thomas Shoal , rumah bagi sebuah kontingen kecil pelaut Filipina yang tinggal di kapal perang berkarat yang sengaja dikandangkan Manila pada tahun 1999 untuk melanjutkan klaim teritorialnya.

MENGAPA HAL MENINGKAT?

Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag memutuskan pada tahun 2016 bahwa klaim ekspansif Beijing melalui sembilan garis putus-putus tidak memiliki dasar menurut hukum internasional, sehingga memberikan kemenangan penting bagi Filipina. Namun hal ini tidak menghentikan Tiongkok, yang menolak keputusan tersebut, untuk bersikap lebih tegas.

Beijing telah mengerahkan ratusan kapal penjaga pantai untuk berpatroli di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi Filipina, negara-negara pengklaim lainnya, dan negara-negara lain yang beroperasi di Laut China Selatan, termasuk Amerika Serikat, yang khawatir dengan meningkatnya kekuatan militer dan ambisi teritorial Tiongkok.

Baca Juga: Dikepung Tank Israel, Puluhan Ribu Orang di Rafah Mencari Perlindungan

Halaman:

Editor: Gazali Ligawa

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah